Epidemiolog Khawatir Kasus Covid-19 yang Tidak Terdeteksi Bisa Capai 1 Juta

Duta168 News – Seorang ahli epidemiologi dari Griffith University Dicky Budiman pada hari Selasa berbicara tentang ketakutannya terhadap kasus Covid-19 yang tidak terdeteksi, meskipun ada keputusan pemerintah untuk memperpanjang pembatasan aktivitas publik (PPKM Level 4).

Namun, dia mencatat bahwa upaya pengujian, penelusuran, dan perawatan masih menjadi aspek terbesar yang perlu ditingkatkan Indonesia.

Covid 19

“3T ini masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Dari perhitungan saya selama PPKM darurat saja, bisa jadi ada 1 juta kasus tidak terdeteksi di Jawa-Bali karena kurangnya upaya 3T,” kata ahli epidemiologi itu kepada Tempo pada 10 Agustus.

Perhitungan didasarkan pada kematian dengan asumsi indeks tingkat kematian 0,5 persen sementara juga mempertimbangkan statistik reproduksi 1,1. Ia menegaskan, hal tersebut bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng.

Budiman meyakini, selama virus itu tidak terdeteksi, akan sulit menentukan langkah pengendaliannya. “Yang perlu difokuskan adalah tracing, treatment, dan testing. Bukan vaksinasi,” katanya.

Koordinator PPKM Jawa Bali Level 4 Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin, mengklaim pemberlakuan pembatasan covid pada Juli menekan angka kasus Covid-19 sebesar 59,6 persen saat puncaknya pada 15 Juli. .

Pandjaitan juga mengklaim bahwa kemampuan pengujian, penelusuran, dan perawatan di Indonesia telah meningkat secara signifikan sejak Mei tahun ini dan mencatat rata-rata penelusuran kontak 1:6 yang diklaim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.